Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kendaraan Tempur Terakhir


Malam sunyi ku termenung menunggu kabar dari Benteng Maginot
Aku terdiam merenung "Untuk apa sebenarnya semua ini"
Mati-matian kita habiskan bala tentara kita menyebrangi perbatasan menuju medan perang
Bertarung memperebutkan apa yang kita sebut sebagai "kebebasan"
         Jenderalku berkata kalau sampai negara ini jatuh pada pihak NAZI
         Maka kita akan hidup sengsara
Dalam batin aku bertanya "apa iya sedemikian rupa??"
Tanpa jatuh ketangan NAZI pun kita sudah sengsara begini
     Ahhh omong kosong
     Semua ini bukan tentang kemerdekaan
     Semua ini bukan tentang kebebasa
Lalu tentang apa semua ini?

Oh Sayangku



Aku tak se culas iblis dalam mendapatkan hak ku
Namun ku juga tak sejujur malaikat dalam menjalani hidupku
Aku kotor
Tapi aku tak sekotor lumpur hitam arena politik

Jiwaku muda
Tegar dan sombong
Terbakar hebat dalam hatiku
Selayak api membakar surga duniawi

Hidupku indah
Seindah mentari menyinari pagi
Terpancar dan berpendar
Merah jingga membelah angkasa
Ohh,, Elok sinar menerjam cakrawala


Namun, taukah kau sayang..
Tanpa hadirmu,,
Aku serasa jiwa tanpa raga

Senang dapat kurasa
Namun tidak untuk bahagia

Gersang di sudut jiwa ini
Maukah kau membasuhnya?
Membasuh jiwaku dengan telaga cinta?

Oh dinda,
Hari ini aku berjanji
Ketika purnama
Aku akan kembali

Kembali tuk mempertanyakan cinta
Bukan untuk kamu , dia atau siapa
Tapi untuk aku
Karna aku
Sayang padamu,,,


Jalan Kehidupan




Sebatang tunas kecil
Tersibak di antara batang batang pohon yang rindang
Akar daun menghias indah memberi makna

Tunas tumbuh menjulur meninggalkan akar
Menantang bumi  menghantam langit
Mencerna mentari  menghembuskan nafas kehidupan

Mawar  merah tumbuh di hutan
Memberi arti akan indah nya kehidupan
Bersama dingin ini
Kucoba menikmati lantunan indahnya syair syair penghuni hutan

Ahhh aku terjebak di dalam jalan yang namanya kehidupan
Masa lalu kelam memberi melody buruk dalam mimpi dan angan angan
Andai aku bisa mengulang
Mermberi arti baik akan hadirnya diriku

Ohh tidak
Hidup ini adalah tantangan
Masa lalu hanya bayangan
Dia tak akan datang besok ataupun lusa

Aku



Aku
Kata ku sak seindah kata chairil anwar
Yang mampu melelehkan jiwa jiwa yang hampa
Jiwa jiwa yang rindu akan hadirnya kasih sayang

Hatiku tak setajam hati seorang soe hok gie
Yang mampu menyihir ribuan pikiran
Masuk kedalam alam ceritanya

Aku adalah generasi baru
Generasi yang bermimpi akan indahnya reformasi
Bukan revolusi ataupun kudeta
Tapi....
Reformasi perubahan bangsa
Memimpin pergerakan menuju bangsa yang berdasarkan asas pancasila
Bangsa yang merdeka

Aku adalah generasi yang berdiri diatas tombak demokrasi
Berideologi pancasila

Tapi aku bukanlah munafik yang mengatasnamakan pancasila
Bertamengkan demokrasi
Untuk melawan arus perubahan..