Pengetatan Remisi Melanggar HAM?



Saya itu berpikir betapa hebatnya logika berpikir para birokrat sekarang. Ada sebuah berita yang menarik perhatian saya pagi ini. Tentang pengetatan pemberian remisi. Yah politisi dari partai golkar, aziz syamsuddin tidak setuju dengan pengetatan remisi oleh denny indrayana (wakil kementrian hukum dan ham) karena menurutnya hal itu melanggar HAM.

Ok, mari kita berpikir sejenak. Logikanya begini, bukankah orang di hukum itu saja sudah melanggar HAM? Orang mencuri ayam dan harus di hukum  5 bulan penjara, bukankah itu melanggar HAM? Karena anak istri dari pencuri itu tidak ada yang memberi nafkah. Kenapa ia tidak protes hal seperti itu?

Kalau dia mempermasalahkan pengetatan remisi, kenapa? Adakah motif politik dan lainya? Remisi adalah potongan masa hukuman yang di berikan kepada terpidana. Jadi itu bukanlah hal yang mutlak yang diberikan kepada terpidana. So jika kita tidak memberikan remisi apakah melanggar HAM? HAM yang mana? Itu seperti ketika kita memberikan hadiah kepada anak kita ketika ia berbuat baik, jika anak kita tidak berbuat baik dan kita tidak memberikan hadiah, apakah itu melanggar HAM?

Sungguh saya sangat pusing memahami maksud dari bapak aziz ini. Mungkin yang beliau permasalahkan itu adalah peraturan yang menggantikan menkumham sebelumnya yaitu peraturan dirjen. Saya juga bingung dengan bapak denny indrayana. Dia mengganti Sk menteri dengan peraturan dirjen? Bukanya menteri itu kedudukanya lebih tinggi dari dirjen?


Inikah Mahasiswa ?



Hari ini saya membaca sebuah postingan di grup angkatan.  Ada seorang mahasiswa yang mebahas mengenai kenapa mahasiswa junior tidak diberi kesempatan untuk menjadi presiden mahasiswa. Awal diskusi komen komenya pada bagus bagus. Tapi di akhir mulai ada bahasa bahasa yang menurut saya sangat menjijikan jika itu di ucapkan oleh seorang mahasiswa. Dia menyerang balik sang TS dengan tuduhan sang TS ada niatan untuk menjadi presiden mahasiswa.

Menyerang pribadi seseorang dalam diskusi hanya dilakukan oleh orang busuk yang tak berpendidikan. Sungguh sangat skeptis. Mungkin hal inilah yang membuat mahasiwa menjadi apatis karena takut berpendapat karena tahu bakal di cap buruk oleh orang orang seperti dia.

Komentar yang sangat sangat tidak membangun, karena saking jengkelnya saya, saya pun turun tangan dan memperingatkan dia supaya berkomentar yang baik dan tidak memojokan pribadi. Agent of change kok di ajak berpikir kritis gak bisa.  Kasian sekali mereka mereka ini..

Bolehkah Mahasiswa Demo Anarki?




Aku bermimpi mahasiswa indonesia itu aktif melakukan perubahan. Perubahan ke arah yang lebih baik pada pemerintahan. Bermimpi mahasiswa mau menyampaikan aspirasi dengan cara cara yang humanis bukan dengan cara cara binatang. tapi apakah bisa itu terjadi di negara ini?

Kemarin saya sangaat miris melihat mahasiswa di pukuli aparat karena berdemo menolak sebuah kebijakan yang disahkan pemerintah. Saya tidak tahu kasus pastinya bagaimana. Tapi melihat kenyataan aparat memukuli mahasiswa itu sangat menyedihkan. Saya tidak menyalahkan aparat ataupun juga mahasiswa sendiri. Namun bukankah sekiranya lebih baik jika kedua belah pihak menghindari kejadian seperti itu.  

    Saya sering mendapat undangan untuk berorasi turun kejalan melalui media internet karena saya aktif sebagai aktifis di media internet.  dari analisa saya atas semua keterangan keterangan yang di berikan oleh teman teman di dunia maya, saya mendapat kesimpulan bahwa alasan kenapa mahasiswa menjadi beringas ketika berorasi adalah karena tidak ada satupun wakil dari pemerintah yang menemui mereka untuk berdiskusi atas segalah permasalahan yang terjadi.

Alasan lainya adalah karena mahasiswa benar benar muak melihat kelakuan wakil rakyat. Dimulai dari bolos rapat sampai oknum yang melakukan seks bebas dan melihat film film porno. Bagaimana tidak muak, mereka dibayar oleh rakyat puluhan juta perbulan untuk menyampaikan aspirasi rakyat di sidang sidang DPR. Bagaimana mungkin mereka menyampaikan aspirasi jika rapat saja mereka tidak hadir.

Disini terjadi ketidak jelasan. Pancasila menjadi rancu ketika demokrasi tidak dijalankan sesuai undang undang dan  berlandaskan hati nurani. Masyarakat bingung apa yang harus dilakukan. Mereka datang ke gedung DPR ataupun DPRD untuk menyampaikan aspirasi, tapi wakil rakyat tidak mau menemui. Lalu jika hal tersebut terjadi, apa yang harus dilakukan mahasiswa? Tetap diam dan aspirasi tak tersampaikan atau menyampaikan ke parpol tertentu tapi aspirasi tak sampai ke rapat DPR karena anggota fraksi bolos rapat??

Kemarin saya mendapat informasi dari media bahwa duta besar indonesia menolak kunjungan wakil rakyat ke swiss dengan alasan dari  kunjungan itu tidak relevan dan tidak berguna . ditambah lagi kunjungan itu  tidak lebih dari 70 persen untuk urusan negara. Artinya 30 persen lebih adalah urusan wisata. Wakil rakyat macam apa ini. Pergi dengan uang rakyat tapi disana tidak memanfaatkan 100 persen dana yang dihabiskan untuk kepentingan rakyat malah untuk kepentingan pribadi. Bayangkan jika seandainya waktu kunjungan 10 hari dan Cuma 6 hari untuk  kerja dan 4 hari untuk wisata.

Dalam sebuah berita juga pernah ditayangkan kalau suatu saat ada beberapa anggota DPR melakukan studi banding kesebuah negara namun DPR nya di negara tersebut sedang reses. Artinya gedung DPR nya kosong. Lalu buat apa mereka datang untuk melakukan study banding jika obyek study bandingnya saja tidak ada. Sudah jelas tujuan mereka kesana adalah wisata dengan uang RAKYAT. Mana mungkin sebuah negara dengan duta besarnya bisa salah koordinasi yang sangat fatal dan merugikan uang negara seperti ini.  Apa mungkin duta besarnya tidak tahu jadwal sidang DPR disana?? Kalau memang begitu percuma ada duta besar macam itu. lebih baik kita tutup kedutaan disana karna sangat mempermalukan profesionalisme pejabat indonesia.

Hal yang memalukan anggota dewan di negeri orang adalah ketika kunjungan mereka ke Australia. Mereka melakukan jumpa pers di sana dengan para orang indonesia yang ada di sana. Melakukan tanya jawab lah istilahnya tentang study banding tersebut. Dari setiap pertanyaan yang sangat kritis dari peserta, ternyata jawaban dari anggota DPR tidak mengena melainkan berputar putar pada hal lain dan juga melambatkan tempo pembicaraan supaya acara itu cepat selesai. Acara itu  beralngsung sangat singkat karna DPR beralasan sibuk.

Bagian terlucu di akhir acara itu adalah ketika ada penanya yang bertanya “kenapa gak pake teleconference saja sih pak ? “ maksud pertanyaan itu adalah daripada melakukan study banding yang mahal kan bisa diganti dengan teleconference.. tapi dijawab oleh seorang anggota DRP “wah itu sulit teknisnya. Peserta pun tertwa terbahak bahak. Bayangkan anak SMP sajasudah tahu yang namanya skype. Bahkan adik saya yang belum bersekolah saja suda mampu berskype nan ria dengan saya yang notabene saya ada di luar kota.
Lalu ada anggota DPR menutup acara dengan berkata kalau ada pertanyaan yang ingin di ajukan bisa mengirimkan ke email kami. Pas di tanya emailnya apa jawabnya komisi8@yahoo.com << setelah di cek ternyata tidak ada , komisidelapan@yahoo.com , K0m1518@yahoo.com pun tidak ada. Dan lebih aneh lagi sebuah lembaga negara menggunakan email gratisan seperti itu sungguh sangat sangat tidak mungkin. Peserta pun menjadi ricuh. Begitulah baru ditanya email saja mereka berbohong!!

Dan di kunjungan itu parlemen australia juga libur. Sungguh sia sia kunjungan memakan biaya 800 juta itu gak menghasilkan kebaikan bagi rakyat.

Ditambah lagi ada pernyataan  dari seorang ketua DPR :

Jakarta - Ketua DPR Marzuki Alie menuturkan semua studi banding sudah disesuaikan dengan buku panduan. Menurutnya sangat manusiawi bahwa ada anggota DPR yang berjalan-jalan di sela-sela kunjungan kerja ke luar negeri.

"Mengenai studi banding sudah jelas ada buku panduannya, bagaimana pelaporannya, bagaimana menentukan negara tujuan," ujar Marzuki saat menemui mahasiswa UI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/5/2011).

Namun dalam praktiknya, menurut Marzuki, boleh saja anggota DPR berinisiatif. Apalagi kalau jadwal kunjungan kerja ke luar negeri tidak terlalu padat.

"Bahwa ada waktu kosong satu hari mereka kemana-mana itu menurut saya manusiawi," tuturnya.

Termasuk seperti anggota BURT DPR ke Stadion Manchester United sampai berbelanja kaos di London, menurutnya wajar. Hal tersebut dipandang sebagai hal yang membawa manfaat bagi anggota DPR.

"Jalan-jalan kemana, belanja banyak karena sudah membawa uang sendiri, melihat museum, melihat apa lagi, itu menurut saya menambah manfaat terkait kepergian itu," tuturnya.


Dengan kejadian yang salah satunya saya sebutkan diatas apakah dapat disalahkan jika mahasiswa marah? Sungguh saya tidak bisa menemukan jawaban atas pertanyaan itu..

Oh Sayangku



Aku tak se culas iblis dalam mendapatkan hak ku
Namun ku juga tak sejujur malaikat dalam menjalani hidupku
Aku kotor
Tapi aku tak sekotor lumpur hitam arena politik

Jiwaku muda
Tegar dan sombong
Terbakar hebat dalam hatiku
Selayak api membakar surga duniawi

Hidupku indah
Seindah mentari menyinari pagi
Terpancar dan berpendar
Merah jingga membelah angkasa
Ohh,, Elok sinar menerjam cakrawala


Namun, taukah kau sayang..
Tanpa hadirmu,,
Aku serasa jiwa tanpa raga

Senang dapat kurasa
Namun tidak untuk bahagia

Gersang di sudut jiwa ini
Maukah kau membasuhnya?
Membasuh jiwaku dengan telaga cinta?

Oh dinda,
Hari ini aku berjanji
Ketika purnama
Aku akan kembali

Kembali tuk mempertanyakan cinta
Bukan untuk kamu , dia atau siapa
Tapi untuk aku
Karna aku
Sayang padamu,,,


Jalan Kehidupan




Sebatang tunas kecil
Tersibak di antara batang batang pohon yang rindang
Akar daun menghias indah memberi makna

Tunas tumbuh menjulur meninggalkan akar
Menantang bumi  menghantam langit
Mencerna mentari  menghembuskan nafas kehidupan

Mawar  merah tumbuh di hutan
Memberi arti akan indah nya kehidupan
Bersama dingin ini
Kucoba menikmati lantunan indahnya syair syair penghuni hutan

Ahhh aku terjebak di dalam jalan yang namanya kehidupan
Masa lalu kelam memberi melody buruk dalam mimpi dan angan angan
Andai aku bisa mengulang
Mermberi arti baik akan hadirnya diriku

Ohh tidak
Hidup ini adalah tantangan
Masa lalu hanya bayangan
Dia tak akan datang besok ataupun lusa

Aku



Aku
Kata ku sak seindah kata chairil anwar
Yang mampu melelehkan jiwa jiwa yang hampa
Jiwa jiwa yang rindu akan hadirnya kasih sayang

Hatiku tak setajam hati seorang soe hok gie
Yang mampu menyihir ribuan pikiran
Masuk kedalam alam ceritanya

Aku adalah generasi baru
Generasi yang bermimpi akan indahnya reformasi
Bukan revolusi ataupun kudeta
Tapi....
Reformasi perubahan bangsa
Memimpin pergerakan menuju bangsa yang berdasarkan asas pancasila
Bangsa yang merdeka

Aku adalah generasi yang berdiri diatas tombak demokrasi
Berideologi pancasila

Tapi aku bukanlah munafik yang mengatasnamakan pancasila
Bertamengkan demokrasi
Untuk melawan arus perubahan..

Tujuan Sekolah Kedinasan



Sekolah kedinasan? Sebenarnya saya agak bingung perbedaan sekolah kedinasan dan universitas lain. Ok begini saya awali kebingungan saya.

Saya adalah salah satu mahasiswa di sebuah sekolah kedinasan. Sekarang saya menempuh semester 3. Pada semester ini saya mulai berpikir,  apa sih tujuan sekolah kedinasan.  Banyak dari teman saya yang bilang sekolah di sini itu lulus langsung kerja. Tapi apakah itu tujuan pemerintah mendirikan sekolah kedinasan?
Saya rasa bukan kawan. Kalau Cuma mencari orang yang terdidik dan  dengan model ikatan kerja seperti ini, pemerintah bisa bekerja sama dengan pihak universitas lain untuk menyediakan  tenaga terdidik yang memenuhi kebutuhan di setiap kementrian di pemerintahan.

Sekolah gratis, buku di pinjami, dapat gaji bulanan pula. Apa sih maunya pemerintah memberikan fasilitas itu semua??

Saya berpikir, tanpa fasilitas itu semua asal ada ikatan kerja, pasti semua orang akan berebut masuk situ. Lalu kenapa di beri fasilitas itu?

Jawaban yang saya dapatkan adalah pemerintah menginginkan kita jadi jiwa jiwa yang mandiri, jiwa jiwa yang  yang suka membantu(lohh). Iya dengan uang yang kita terima dan uang kiriman dari orang tua pasti hasilnya lebih dari cukup. Uraian saya kiriman dari orang tua 1 juta + gaji 500 ribu = 1,5 juta. Biaya hidup cukup 600 ribu perbulan. So buat apa sisa 900ribu?

Stelah saya berpikir panjang, duit 900 itu seharusnya buat menghidupkan perekonomian sekitar. Mungkin pemerintah ingin menguji kita dengan memberi uang sebanyak itu. Apakah kita mau jadi seseorang yang ingin membantu atau kita jadi orang yang serakah, korup, dan culas. Membantu tidak dalam bentuk uang langsung, tapi bisa dalam bentuk kita membeli makanan pada mereka. Gaya anak muda sekarang dikit dikit ke mall. Seberapa besarnya keuntungan yang didapat oleh pengusaha mall, tidak serta merta manaikan tingkat pendapatan  pegawainya.

Yang kedua, kami di didik langsung oleh dosen dosen dari kementrian yang membawahi sekolah dinas kami. So apa tujuan kenapa harus mereka yang jadi dosen kami? Selidik demi selidik saya mendapatkan jawaban bahwa kita nanti akan bekerja di kementrian yang sama dengan mereka, sehingga  kemungkinan besar kami akan mengalami keadaan yang sama dengan mereka, artinya sauasana dan kondisi kantor akan sama. Banyak dari dosen kami bercerita tentang pengalaman dirinya saat dituduh koruptor, saat menangkap koruptor, cara mengatasi atasan yang rewel,dll.  Selain menimba ilmu, kami juga menimba pengalaman manis ataupun pahit dari mereka supaya kedepanya kami  bisa lebih baik dari mereka.

Ketiga, masalah nilai. Wah kalau yang namanya IP itu adalah benda sakral, hanya Tuhan dan ortu saja yang boleh tahu tentang IP hahaha. Tapi saya tidak beranggapan seperti itu. Bagi saya nilai itu prioritas kedua setelah ilmu yang saya dapat. Banyak dari teman teman saya punya IP bagus, tapi dari segi pergaulan mereka itu apatis. Coba bayangkan ketika ada seorang yang cerdas dalam suatu kelompok belajar tapi dia apatis, dia tidak tahu bagaimana mengungkapkan sesuatu dengan benar dan mudah dipahami oleh lawan bicara. Ada juga yang cerdas tapi tidak mau berbagi ilmu. Semua karna persaingan IP, karena konon katanya IP menentukan penempatan kerja. Lebih baik IP saya 3 tapi saya orangnya supel Daripada saya punya ip 3,9 tapi saya tidak bisa bisa bergaul bahkan tidak pernah bisa membaca keadaan da situasi. Hidup itu tidak hanya berupa ilmu exact yang kita dapat dari sekolah.

Keempat, kita di tempatkan pada suatu wilayah yang jauh dari universitas lain. Menurut saya tujuanya adalah supaya kita bergaul dengan sesama orang yang memiliki minat yang sama. Supaya kita bisa berdiskusi tentang keadaan sekarang di departemen kita masing masing.

 Mungkin hari ini cukup 4 itu saja yang sempat saya tulis,  semoga kedepanya saya dapat menemukan sesuatu yang lebih atau ekspektasi yang di inginkan pemerintah pada kita.